Habib Hadi Blusukan ke Tiga Kelurahan, Bagikan Nasi dan Cari Penyebab Banjir

Setelah sore hingga petang memantau sungai, malam harinya (10/9) Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengunjungi rumah warga di tiga kelurahan yang banjir. Lebih dari 500 bungkus nasi bungkus diberikan kepada warga yang terdampak luapan air sungai disekitar rumah mereka.

Wali kota menyempatkan singgah ke posko Tagana yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, dekat dengan kantor Dinas Sosial P3A Kota Probolinggo. Saat itu nampak anggota Tagana, Karang Taruna, BPBD, relawan dan warga setempat ikut membantu memasak dan membungkus ratusan nasi.

“Menunya komplit ini ya, meskipun sederhana tapi sehat. Yang memasak dan terlibat ini penuh dengan keikhlasan, luar biasa membantu sesama yang sedang kesusahan,” ujar wali kota yang sempat ikut menggoreng tempe dan ngobrol dengan para relawan.

Sambil membawa ratusan makanan, Habib Hadi yang didampingi Kepala Dinas Sosial P3A Rey Suwigtyo, Kepala Dishub Agus Efendi, Kepala Dinas Satpol PP Aman Suryaman, Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo serta Camat Wonoasih Deus Nawandi dan lurah setempat, menuju ke rumah-rumah warga sekitar pukul 21.00.

Jujugan pertama adalah Jalan Kiai Zainal Alim RT 4 dan RT 5 RW 6, Kelurahan Sumbertaman. Disana, sebanyak 260 bungkus nasi dibagikan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Kepada wali kota, warga menceritakan air mulai masuk sekitar pukul 16.00 kemudian Maghrib (sekitar pukul 18.00) sudah selesai. Tinggi air mencapai 1 meter.

Lokasi kedua adalah warga di Jalan Lumajang, Kelurahan Kedungasem. 250 nasi didrop untuk warga setempat. “Masok Pak, sekejek (masuk Pak, sebentar) banjirnya,” ujar warga RW 5 saat didatangi wali kota dan rombongan.

Di tempat itu, wali kota juga melihat penyebab banjir adalah kurang tingginya parafet (tembok penghalang). “Sebenarnya sudah ada parafetnya, cuma kurang tinggi jadi perlu ditinggikan lagi, panjangnya kira-kira 100 meter. Insyaallah kalau diperbaiki tidak akan banjir (jika Sungai Bungor meluap),” ujar Habib Hadi saat berdiskusi dengan warga.

Nah, lokasi terakhir RT 2 RW 5 Jalan Sunan Drajat, Kelurahan Kedunggaleng. Di lingkungan ini jumlah warga yang terdampak tidak sampai 100 orang, relatif lebih sedikit dari pada dua lokasi yang dikunjungi sebelumnya. Meskipun gelap dan berlumpur Habib Hadi tetap menerjang jalan untuk melihat penyebab banjir.

Menurut Tuyan, warga setempat, penyebab banjir adalah rusaknya pondasi pinggiran sungai dari Sungai Kedunggaleng. Selama musim hujan beberapa hari terakhir, sudah tiga kali rumahnya kebanjiran. “Tapi dua jam sudah surut. Tadi (10/3) itu jam 3 sore air masuk sekitar setengah meter. Pas mau Maghrib, surut sudah. Banjir dua jam-an,” terang bapak paro baya itu.

Diketahui, pondasi dibawah plengsengan disebutkan rusak diperkirakan sejak empat bulan terakhir, namun plengsengan masih dalam kondisi baik. “Akan kami akomodir apa-apa saja permasalahan di daerah ini,” ucap Habib Hadi. Ia pun memerintahkan camat dan lurah untuk mengajak warga setempat melakukan kerjabakti, Kamis (11/3) pagi.

Di sepanjang jalan, meskipun waktu sudah menunjukkan waktu pukul 22.30 masih banyak warga yang berdiri di depan gang untuk menunggu kepulangan wali kota. Habib Hadi pun menyapa warga dan menyampaikan pesan agar kompak kerjabakti demi menjaga lingkungan masing-masing. https://probolinggokota.go.id/